Tipe Sambungan Baut
Fungsi sambungan, disamping menyatukan elemen-elemen pada suatu konstruksi menjadi satu kesatuan, juga berfungsi sebagai penyalur beban dari satu bagian kebagian yang lain. Pada dasarnya, tipe sambungan baut ada 2 macam yaitu :
a. Sambungan Lap
Pada sambungan ini terjadi kelemahan akibat tidak segarisnya garis kerja gaya pada pelat satu terhadap yang lain. Sehingga akan terjadi momen sebagai beban tambahan. Untuk sambungan tipe ini biasanya hanya dipakai pada batang-batang kecil.

b. Sambungan Butt
Pada sambungan ini, garis kerja gaya akan terletak pada “satu garis”. Sambungan ini juga sering disebut “bertampang dua”.

Kegagalan Sambungan Baut
Dalam konstruksi sambungan baut, jika beban yang diberikan lebih besar dari kekuatan baut maka dapat memicu kegagalan pada sambungan. Berikut macam-macam kegagalan yang mungkin terjadi pada sambungan baut :
a. Kerusakan pada pelat lewat lubang sambungan.
b. Kerusakan pada baut ataupun pelat (mana yang lebih lemah) akibat tumpu (bearing).
c. Kerusakan pada tepi pelat akibat geser.
d. Kerusakan pada baut akibat geser pada sambungan “butt” (double shear).

Tipe Sambungan Las
Sambungan las adalah teknik pengikatan dua atau lebih komponen logam dengan cara melelehkan material logam. Semakin besar kadar karbonnya, semakin sulit pengelasan. Pada temperature yang terlalu tinggi, pelelehan baja dapat mengandung gas yang dapat mengakibatkan las kropos. Semakin lamban pendinginan semakin ulet sifat las. Sebaliknya, semakin cepat pendinginan, las menjadi semakin getas. Berikut macam-macam sambungan las :
a. Sambungan las tumpul

b. Sambungan las sudut

Kegagalan Sambungan Las
a. Under cutting (Tidak seluruh pelat yang leleh terisi dengan las)
b. Lack of fusion (tidak seluruh pelat mengalami leleh)
c. Incomplete penetration (las tidak mengisi seluruh ketebalan pelat)