Di era yang penuh dengan kepraktisan ini semakin banyak kita jumpai bangunan dari konstruksi baja, seperti jembatan kereta api, jembatan jalan raya, bangunan industri, bangunan bertingkat tinggi, perkantoran, toko, menara transmisi listrik, menara komunikasi, dan lain sebagainya. Baja menjadi salah satu material konstruksi yang paling populer karena kekuatannya dan fleksibilitasnya. Tapi seperti semua material, baja memiliki sisi positif dan negatifnya sendiri. Berikut kekurangan dan kelebihan penggunaan material baja untuk konstruksi.

Kelebihan material baja :
a. Berkekuatan Tinggi (High Strength)
Kekuatan baja yang tinggi untuk satu satuan berat berarti berat sendiri struktur akan ringan. Hal ini menjadi sangat penting untuk bangunan: jembatan bentang panjang, bangunan bertingkat tinggi, dan bangunan di atas tanah yang jelek.
b. Elastis (Elastic) dan Daktail (Ductile)
Bahan yang mempunyai sifat dapat memberikan perubahan bentuk yang besar (deformasi) sebelum mencapai kehancuran (bila mengalami tegangan yang besar) dikatakan sebagai daktilitas (ductility). Jika sebuah batang baja dites tarik, maka pada penampang kritis akan terjadi pengurangan luas dan regangan yang cukup besar sebelum putus.
Lawan dari sifat daktail adalah getas, sehinga mudah rusak bila beban bekerja secara tiba-tiba (shock). Pada batang struktur yang mendapat beban, biasanya akan timbul konsentrasi beban (dengan tegangan yang besar) di beberapa titik. Bila hal ini terjadi pada batang struktur dari bahan yang daktail (ductile), maka memungkinkan terjadinya leleh lokal pada titik tersebut, dengan demikian berarti terhindar dari kegagalan premature (premature failure).
Keuntungan lebih lanjut dari konstruksi yang daktail adalah bila mendapat beban yang berlebih (over load) akan terjadi defleksi yang besar yang merupakan tanda terhadap bahaya keruntuhan, sebelum keruntuhan itu sendiri terjadi.
c. Praktis dan tahan pembusukan
Komponen baja secara masif banyak diproduksi di pabrik dan dapat dirakit di lokasi sehingga mempercepat proses pembangunan.
Kekurangan material baja :
a. Mudah berkarat
Pada umumnya baja akan mudah berkarat, terlebih dalam udara terbuka, di dalam air dan di dalam lingkungan agresif, sehingga memerlukan perlakuan khusus dan pemeliharaan secara berkala.

b. Memerlukan Biaya Pemeliharaan
Sifatnya yang mudah berkarat menjadikan baja memerlukan perlakuan khusus dan pemeliharaan secara berkala sehingga menambah biaya tersendiri. Pemakaian baja yang lebih tahan karat (weathering steels) dengan komposisi: Chromium 0,3 ‑ 1,25%, Menganase 0.6 – 1,5%, dan Copper 0,25 – 0,4%) akan lebih mengurangi biaya pemeliharaan ini.
c. Rentan terhadap kebakaran (konduktivitas termal tinggi)
Walaupun baja bahan yang tidak dapat terbakar, tetapi bila terjadi kebakaran dengan temperatur tinggi yang biasa terjadi pada saat tejadi kebakaran, akan mereduksi kekuatan baja secara drastis. Di samping itu sifat baja sebagai bahan pengantar panas yang baik, batang baja yang tidak dilengkapi dengan pelindung api (fire proofing) dapat mengalirkan panas yang tinggi dari bagian yang terkena kebakaran ke bagian yang lain dan dapat membakar elemen-elemen lain yang bersentuhan dengannya.
Untuk itu, bangunan baja perlu dilengkapi dengan pelindung api (fire proofing) untuk mendapatkan keamanan terhadap kebakaran yang memadai.
d. Bahaya tekuk
Pada batang-batang yang panjang dan langsing, bahaya tekuk sangat besar. Batang struktur dari baja biasanya lebih langsing daripada bahan struktur yang lainnya, sehingga bahaya tekuk sangat mengancam pada struktur baja.
e. Bahaya lelah (fatigue)
Sifat lain yang tidak menguntungkan dari baja adalah lelah pada beban bolak-balik. Bila terjadi beban bolak-balik (beban berulang) maka kekuatannya akan menurun karena efek lelah (fatigue).